Dosen: Dian Kusumajati
Waktu: Rabu, 11 November 2015
Jam: 7.30 - 9.00
Lokasi: Palmerah
Jumlah anak didik: 16
Anggota yang hadir:
Maichel (1901463803)
Lubna M (1901527132)
Rajesh Khahar (1901502703)
Anggota yang tidak hadir: Desya Jovanca (1901509312)
Tanpa terasa enam pertemuan telah kami lakukan, dan hari Rabu ini merupakan pertemuan ke enam kami untuk mengajar adik-adik TK Satu Atap. Kami turut merasa senang karena kewajiban mengajar telah terpenuhi, namun juga sedih karena tak lagi bisa mengajar adik-adik di TK Satu Atap, dan tidak bisa mendapat pelajaran yang bisa kami ambil setelah mengajar mereka. Karena sejak awal kami mengajar hingga sekarang, kami ikut belajar bagaimana membiasakan diri di hadapan anak-anak, belajar untuk mengajar, dan yang pasti belajar untuk lebih sabar lagi di depan anak-anak, khususnya adik-adik TK Satu Atap.
Pada pertemuan kali ini, seperti biasa, kami memulai dengan baris berbaris sebelum anak-anak memasuki kelas. Anak-anak terlihat begitu bersemangat berbaris, dan mengangkat kaki-kaki mereka sesuai aba-aba, sekalipun yang baru datang hanya setengah isi dari kelas, yaitu sekitar sepuluh orang atau lebih adik-adik kelas A yang baru datang. Kemungkinan anak-anak yang lain akan terlambat datang nantinya. Kemudian para peserta didik yang sudah rapi berbaris mendapat giliran untuk memasuki kelas diiringi dengan lagu baris berbaris.
Setelah semua anak-anak memasuki kelas, mereka duduk di tempat mereka masing-masing dengan rapi. Kami kemudian memulai bernyanyi beberapa lagu untuk memacu semangat adik-adik kelas A, dan rupanya selama waktu tersebut berjalan, ada beberapa peserta didik yang lantas berdatangan kemudian memasuki kelas. Bagi anak-anak yang terlambat datang, mereka langsung duduk dengan rapi dan ikut bernyanyi dengan suara lantang dan semangat yang tinggi.
Usai bernyanyi, tanpa diberi komando, anak-anak sudah terlebih dahulu peka untuk mengetahui bahwa yang selanjutnya harus mereka lakukan adalah berdoa. Kami pun dengan senang hati membimbing doa bersama mereka, dan menghimbau untuk mengangkat tangan tinggi-tinggi dan mengadahkan tangan ke depan muka. Kami membaca do’a sebelum belajar, serta al-fatihah yang sudah dihapal oleh para peserta didik sendiri. Setelah selesai berdo’a, berlanjut ke acara berikutnya, yaitu mulai belajar.
Maichel menunjuk huruf-huruf yang dibaca anak-anak
Materi hari ini yaitu membaca huruf-huruf satu per satu. Bacaan huruf yang dibaca oleh adik-adik adalah huruf-huruf vokal, yaitu A, I, U, E, O. Kami mengetes satu per satu bacaan kelima huruf vokal tersebut kepada masing-masing anak, setelah sebelumnya kami mengeja masing-masing huruf tersebut bersama-sama. Kebanyakan adik-adik yang fokus memperhatikan sudah bisa membaca huruf dengan lancar sekalipun kami tidak menunjuk huruf-huruf tersebut dengan berurutan. Ada pula adik-adik yang masih kesulitan membedakan huruf satu dengan yang lain dan berujung dengan kami beri sedikit petunjuk hingga mereka bisa mengenali huruf yang ditunjuk.
Lubna membantu anak anak yang sedang menulis huruf-huruf
Setelah itu, kami membagikan buku-buku tulis mereka yang telah diberi tugas untuk menulis huruf-huruf. Ada beberapa anak yang sudah diberi tugas untuk menulis kata HARIMAU, dan menulisnya sebanyak sepuluh kali. Adik-adik tersebut berarti sudah bisa menulis huruf dengan baik dan benar. Ada lagi yang masih diberi tugas untuk menulis huruf E dan F saja, karena penulisan mereka masih perlu diperbaiki lagi, agar kedepannya bisa lebih bagus lagi. Kami pun membantu dan membimbing adik-adik untuk menulis, bilamana ada di antara mereka yang merasa kesulitan.
Kemudian, seperti biasa, jika sudah ada yang selesai, mereka diperbolehkan untuk keluar kelas dan bermain di luar. Karena setelah menulis huruf, anak-anak dijadwalkan untuk bermain bola di luar bersama-sama. Maka dari itu, mereka harus cepat selesai menulisnya, sehingga bisa bermain bersama-sama di luar nantinya. Beberapa menit berlalu, anak-anak mulai banyak yang menyelesaikan tugas mereka. Kami pun memberi nilai sesuai dengan apa yang mereka tuliskan, jika bagus kami beri nilai A. Dan kebanyakan anak mendapat nilai A.
Setelah anak-anak menyelesaikan tugas, mereka pun diperbolehkan main di luar. Dan permainan lempar bola pun bisa dimulai, akhirnya. Terdapat bola-bola ukuran kecil seperti yang ada di permainan mandi bola, mereka disuruh melempar bola-bola yang ada di keranjang. Semua bola harus di lempar dan harus masuk, sampai bola-bola yang jatuh ke tanah habis semua. Anak-anak merasa begitu seru dan bersemangat mainnya. Kemudian lanjut ke permainan lain, yaitu berlari dan membawa bola ke kotak besar. Anak-anak diberi jarak kira-kira lima puluh meter dari kotak besar tersebut, lalu mereka bersiap untuk berlari dan memasukkan bola. Setelah diberi aba-aba, mereka berlari dengan begitu riuh dan berdesak-desakan memasukkan bola.
Maichel membantu seorang anak yang ingin melempar bola
Rajesh mengawasi pergerakan para peserta didik yang sedang bermain
Mereka begitu bersemangat hingga ada anak yang muntah.
para peserta didik mengantri mencuci tangan
Akhirnya, sampai ke acara selanjutnya yaitu makan siang. Mereka harus mencuci tangan terlebih dahulu karena tangan mereka telah kotor sehabis bermain tadi. Kami pun ikut makan siang bersama mereka, dan bersama ibu guru juga. Sebelum mereka makan, sambil berbaris mencuci tangan dan persiapan untuk makan, mereka menyanyikan lagu Sebelum Kita Makan yang sudah dihapal di luar kepala. Karena agar anak-anak juga menerapkan apa yang ada dalam lagu itu, yaitu mencuci tangan sebelum makan, dan makannya dihabiskan dan tidak bersuara.
adik-adik kelas A yang duduk rapi bersiap siap untuk pulang
Setelah acara makan siang, anak-anak melakukan persiapan pulang. Karena ini adalah pertemuan terakhir kami, kami merasa sedih untuk melepas kepulangan mereka. Hehe. Anak-anak sebelumnya berdo’a setelah belajar terlebih dahulu, agar ilmu yang diterima tidak lantas hilang begitu saja. Dan semoga apa yang kami ajarkan selama enam pertemuan ini, bisa berguna untuk adik-adik ke depannya. Setelah itu, anak-anak dikomandoi untuk duduk yang manis karena yang pulang duluan adalah yang paling rapi duduknya. Beberapa kelompok anak dipanggil kemudian, yang duduk paling rapi, untuk maju ke depan dan berbaris salaman dengan kami dan ibu guru, kemudian pulang menuju rumah masing-masing.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar