Dosen: Dian Kusumajati
Waktu: Senin, 2 November 2015
Jam: 9.30 - 11.10
Lokasi: Palmerah
Jumlah anak didik: 18
Anggota yang hadir:
Maichel (1901463803)
Rajesh Khahar (1901502703)
Lubna M (1901527132)
Anggota yang tidak hadir: Desya Jovanca (1901509312)
Setelah mengakhiri sesi bersama kelas B, kami melanjutkan pertemuan selanjutnya bersama kelas A. Begitu anak-anak dari kelas B meninggalkan kelas dan pulang ke rumah masing-masing, satu per satu anak-anak kelas A memasuki kelas dan menaruh tas. Setelah itu mereka keluar kelas untuk melakukan sesi baris-berbaris.
Lubna membimbing anak-anak kelas A baris berbaris
wajah wajah peserta didik mendengarkan penjelasan
Setelah selesai bernyanyi lagu-lagu anak, kami membimbing adik-adik peserta didik untuk mengeja huruf-huruf vokal, sama halnya seperti kemarin. Dan rupanya anak-anak kelas A sudah semakin fasih dalam mengenali kelima huruf vokal tersebut. Kami juga membantu mereka mengeja huruf-huruf yang dibentuk menjadi suatu kata pendek yang mudah dibaca, seperti BA DI, KU E, SU SU. Hal ini diperuntukkan agar anak-anak bisa semakin mahir mengeja kata, dan tentunya semakin pintar membaca.
Jeje membimbing anak-anak membaca ejaan kata
Berlanjut ke sesi selanjutnya, sudah saatnya para murid untuk mewarnai gambar di LKS. Kami membagikan buku-buku LKS dan pensil warna dan memberinya ke masing-masing murid. Hari itu para murid kelas A mendapatkan gambar burung rajawali untuk diberi warna. Kami menjelaskan apa burung yang akan diwarnai, dimana posisinya saat itu, apa yang dilakukannya, mengapa burung bisa terbang, dan penjelasan-penjelasan kecil lain yang membuat para murid dengan lucunya memperagakan gerak mengepakkan sayap seperti burung rajawali.
Selagi anak-anak mewarnai, kami membantu mengawasi dan menyemangati anak-anak untuk membubuhkan warna dalam buku mewarnainya, agar prosesi mewarnai dapat terselesaikan dengan efisien dan warna yang rapi. Anak-anak dihimbau untuk memberi warna yang kreatif, dan mewarnainya dengan penuh, jangan sampai keluar garis dan masih ada bagian yang belum diberi warna. Itulah gunanya kami mengawasi selagi membimbing para murid sementara mereka asyik mewarnai.
Maichel memberi saran dalam pewarnaan kepada salah satu peserta didik
Setelah anak-anak selesai mewarnai, mereka diperbolehkan bermain ke luar kelas. Seiring berjalannya waktu, satu per satu anak-anak mulai meninggalkan kelas karena sudah selesai mewarnai. Begitu murid-murid di dalam kelas sudah tak tersisa, kami pun keluar kelas untuk mengawasi mereka yang sedang asyik bermain di luar kelas. Mereka bermain ayunan, perosotan, jungkat-jungkit, bahkan bermain bola.
Dan karena waktu sudah menunjukkan saatnya untuk makan siang, anak-anak kelas A yang baru beristirahat itu masuk ke kelas dan duduk di tempat mereka masing-masing dengan tertib. Setelah itu mereka menyantap bekal mereka masing-masing. Begitu makan selesai, mereka membereskan bekal dan makanan yang mereka makan. Kami pun ikut membantu membereskan meja yang sempat berantakan. Setelah itu, mereka duduk di tempat masing-masing dengan keadaan rapi. Duduk manis, jadi patung, itulah istilah yang digunakan. Sampai anak-anak sudah rapi, kami pun mulai menyanyikan lagu-lagu pengantar pulang. Serta tak lupa membaca do'a setelah belajar. Kemudian anak-anak yang paling rapi dipanggil duluan untuk pulang ke rumah masing-masing. Kami ikut mengantar kepulangan mereka di pintu kelas sambil memberi salam dengan para murid.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar